CREGIT INDONESIA

• IT incubator • Event Organizer • IT Volunter • IT Community

CREGIT INDONESIA

• IT incubator • Event Organizer • IT Volunter • IT Community

CREGIT INDONESIA

• IT incubator • Event Organizer • IT Volunter • IT Community

CREGIT INDONESIA

Salah satu kegiatan Cregit

Print Friendly and PDF


Postingan daftar situs web alat AI berdasarkan kategori:


Teknologi Ai kini berkembang pesat hampir di semua bidang. Banyak sekali manfaat yang memudahkan anda dalam membuat atau mengerjakan sesuatu. Manfaatkan teknologi Ai dengan bijak.


Senin, 15 Februari 2021

Kombinasi Brand Marketing dan Direct Response Marketing untuk Promosi

  


Ada sesuatu yang mengejutkan saya beberapa hari lalu, di sebuah pertemuan dengan beberapa orang peserta kelas digital marketing dasar. Dalam pertemuan tersebut, saya membagikan materi tentang 'Bagaimana Menarik Perhatian ditengah Kerumunan'. Di sesi berikutnya, saya membagikan tentang Lead Magnet Design, atau 'Bagaimana Memasang Feedback dengan Teknik Brand Generosity Design. Kemudian tiba sesi tanya jawab.

Seorang peserta mengacungkan jari ingin bertanya. Saya persilahkan bertanya.

"Saya sudah lama berjualan. Tapi sampai sekarang susah banget laku. Satu minggu kadang cuma laku 1 piece. Padahal saya hampir setiap hari posting jualan saya di sosial media. Tapi jangankan membeli, mampir ke toko saya saja jarang. Saya bingung mau pakai strategi jualan seperti apa", ucapnya dengan putus asa.

Saya tanya balik ibu itu. "Sudah berapa lama ibu berjualan online?"

"Satu bulan pak. Saya pikir jualan online itu hanya upload gambar produk kita, dicantumin harga, trus langsung laku. Ini sudah hampir seminggu sejak saya posting, satupun tidak ada yang menyukai jualan saya. Jujur saya langsung shock. Hape di tangan hampir jatuh dengar cerita ibu itu.

Bayangkan saja, saya sudah belajar marketing sejak tahun 2014. Artinya sudah 6 tahun saya belajar, terkadang jualan saya masih juga belum laku. Yang artinya saya masih harus trial and error berkali kali. Begitu terus sampai ketemu cara yang efektif buat promosi dagang.Ini baru jualan sebulan kok sudah mengeluh dan putus asa.

Semua butuh PROSES untuk bisa menaklukkan dunia internet marketing. Dan hanya orang-orang yang setia dan disiplin melakukan perbaikan yang bisa berhasil. Jika hanya dengan posting gambar dagangan di media sosial Anda pikir sudah cukup mendatangkan pelanggan, artinya pondasi bisnis Anda sangat lemah.

Kenapa? Karena model berjualan seperti itu sangat mudah ditiru. Semua penjual pasti  melakukan hal yang sama seperti yang Anda lakukan. Dan kalau cara berjualan seperti itu dilakukan semua orang, pembeli akan punya banyak pilihan dan mudah beralih ke penjual lainnya. Akibatnya barang menumpuk di gudang. Anda akan mudah tersingkir dari daftar penjual pilihan pembeli.

Menurut penelitian yang dilakukan Oxfam di awal 2017, faktanya hanya 1% orang terkaya di dunia yang menguasai lebih dari 50% dari seluruh kekayaan dunia. Di jaman now, siapa yang dominan akan semakin mendominasi dan mereka yang terpuruk akan semakin terpuruk. Meminjam istilah WINNER TAKES ALL.

Kembali ke kasus online shop yang langsung putus asa karena barangnya 1 bulan jarang dibeli.

Pertama kita harus memiliki cara pandang yang benar dulu tentang marketing. Jangan-jangan kita memandang marketing itu dengan cara yang sala sehingga kita tidak bisa mengelola ekspektasi dengan tepat.

Karena kita lihat dagangan orang lain yang produknya sama dengan kita bisa laku berpuluh puluh pieces dalam sehari, kita lantas merasa gagal ketika melihat kenyataan dagangan kita tidak laku satupun. Padahal mungkin saja ia sudah pernah mengalami apa yang kita alami saat ini.

Guru marketing dunia, Seth Godin mengkategorikan 2 jenis aktifitas dalam marketing berdasarkan tujuan dan dampaknya.

  1. Aktifitas marketing yang dikategorikan sebagai Brand Marketing (BM)
  2. Aktifitas marketing yang dikategorikan sebagai Direct Response Marketing (DRM)
Brand Marketing (BM) ini ibarat vitamin atau suplemen alami yang didapat dari sayur dan buah. Dikonsumsi setiap haripun tidak akan ada masalah. Anda makan sayur, buah, multivitamin, tujuannya memang untuk sehat dan bugar dalam jangka panjang. Sedangkan pada Direct Response Marketing (DRM), penggunaan vitamin atau suplemen tersebut harus ikut aturan pakai. Dampaknya memang bisa dirasakan langsung. Namun jika dipakai terus menerus akan menimbulkan masalah kesehatan pada penggunanya. Sebut saja stamina booster, viagra, dan lain lain.

Coba Anda perhatikan tulisan-tulisan yang bermuatan marketing. Apakah tulisannya bermuatan Brand Marketing atau Direct Response Marketing. Dari awal tulisan akan bisa terbaca, tujuan dari tulisan tersebut, apakah untuk BM atau DRM.

Menulis untuk BM artinya, tulisan tersebut concern memberi VALUE ke pembaca yaitu menumbuhkan product brand, corporate brand ke pembaca dengan orientasi jangka panjang. Dampaknya memang tidak bisa dirasakan langsung di penjualan produk, namun akan merekatkan ingatan pembaca terhada brand produk tersebut. Bagaimana VALUE tersebut membawa manfaat bagi pembaca. Akan berkekuatan untuk mendongkrak DRM Anda, dibanding yang hanya berorientasi pada DRM.

Sedangkan tulisan-tulisan yang dikategorikan sebagai DRM tujuannya untuk memenuhi target-target marketing jangka pendek yang sudah ditetapkan sejak awal. Pada prakteknya ilmu-ilmu Copywriting, Hypnowriting, ataupun Softselling bahkan Hardselling masuk kedalam DRM. Sebaiknya hindari pemakaian teknik-teknik tersebut terlalu sering/overdosis. Semakin sering digunakan maka semakin gampang pembaca mengenali trik tersebut. Akibatnya, ketika pembaca sudah mulai bosan dan mencari yang lebih menarik, maka penjual harus mencari trik baru untuk menarik kembali perhatian pembaca.

Dijaman sekarang ini, promosi-promosi yang ditujukan untuk Brand Marketing harusnya diberi perhatian lebih banyak. Saat Anda promosi dengan komposisi 80% BM, 20% DRM, artinya Anda lebih banyak MEMBERI Value kepada pembaca, endingnya orang-orang akan beli produk Anda karena merasa terwakilkan lewat produk Anda. Namun bila Anda promosi dengan komposisi 100% DRM, artinya Anda hanya MEMINTA pembaca untuk membeli,tanpa kasih pemahaman kenapa produk Anda harus dibeli.

Kenapa strategi penjualan yang menggunakan BM lebih efektif dibandingkan DRM? Ini alasan dari sisi ilmiahnya.

Secara alamiah, manusia akan akan membalas budi dari apa yang diterimanya. Ini yang dinamakan RECIPROCITY. Semakin banyak ia menerima kebaikan, maka secara alami ia akan membalas kebaikan yang sudah ia terima. Meski niat si pemberi tanpa pamrih, tetap saja kebaikan tersebut akan menerima balasan secara tidak langsung. Bisa saja dengan merekomendasikan orang atau produk tersebut ke teman atau relasinya.

Itu sudah hukum alam. Itulah yang disebut dengan BRAND GENEROSITY. Atau kemurahhatian sebuah brand. Prinsip BM mengajarkan kita untuk lebih banyak MEMBERI daripada MEMINTA. Bisa rugi dong kalau begitu?

Kalau Anda berpikir jangka pendek, memang seolah-olah rugi. Tapi dijaman now yang serba digital, dan hampir semua orang menggunakan media sosial, berita kebaikan begitu cepat tersebar. Media sosial membuat informasi beredar begitu cepat. WORD OF MOUTH begitu berkuasa di media sosial. Semua bisa berjalan tanpa direncanakan.

Orang-orang yang sering menerima kebaikan Anda lewat tulisan-tulisan Anda akan MEMBERI hal yang sama tanpa direncanakan. Semakin kuat nilai yang Anda tanamkan lewat tulisan Anda, maka semakin besar manfaat dan pengaruh yang mereka dapatkan. Demikian sebaliknya.

Ada pula namanya MERE EXPOSURE EFFECT. Ini artinya pembaca memiliki kecenderungan menyukai apa yang sering mereka temui. Berbeda dengan postingan DRM, postingan BM lebih disukai karena banyak Value yang didapat oleh pembaca. Artinya bila postingan Anda banyak disukai, akan menciptakan lebih banyak momen interaksi antara Anda dengan pembaca. Inilah yang menciptakan kedekatan antara Anda dengan pembaca. Bahkan postingan Anda akan terus dinanti.

Berbeda jika postingan Anda isinya jualan melulu. Bukan semakin mendekat, mereka bahkan akan menyingkir perlahan. Beruntung jika Anda tidak di block atau unfriend. Anda pasti pernah lihat teman di media sosial yang modelnya seperti itukan?

Dan tidak mengherankan jika tahun 2011 NIKE menarik 40% budget marketing untuk dialihkan ke marketing dengan model BM. Muncullah Nike+, NikeFuelBand, dan lain-lain.
Inilah alasan kenapa BM porsinya harus lebih besar daripada BRM.

BM dan DRM pada prakteknya bisa dikombinasikan. Yang penting polanya harus diperhatikan. Jangan sampai niat tulus untuk memberi value ke pembaca endingnya malah disalahartikan oleh pembaca. Kalau formatnya 50% BM 50% DRM, pembaca pasti bisa menebak modusnya. Terlihat ga ikhlas memberi. Tapi kalau 100% BM kapan bisa balik modal?

Seth Godin adalah contoh orang yang terus menerus kasih BM tanpa kenal lelah. Lihat sekarang, bagaimana majalah-majalah bisnis rela antri untuk bisa mewawancarai dia. Penerbit berebut untuk menerbitkan bukunya. Dalam waktu 5 tahun, dia cuma absen menulis sebanyak 22 hari. Artinya, dia sudah menulis sebanyak 1803 tulisan. Gila banget kan?

Kalau saya mungkin tidak sanggup meniru dia. Prinsipnya kalau bisa, BM dan BRM harus dikombinasikan dengan tepat. Berdasarkan pengalaman mengamati pola marketing brand-brand besar, pola 80% BM 20% DRM sudah tepat.

Tapi masing-masing brand pasti punya pola dan ukuran sendiri. Yang terbaik adalah, uji coba pola BM dan DRM atau kombinasi keduanya terhadap produk/barang Anda. Jangan lelah untuk terus berjuang, trial and error sampai mendapat pola yang terbaik.


Okay, that's all from me. Have a great revenue:D

Cheers,
Lusiaa Siregar


Minggu, 31 Januari 2021

Just Chill at the Weekend

In this article, I invite you to Little Indiantown in Medan. Just like Chinatown abroad, Little Indiantown in Medan is inhabited by many people of Indian descent. Punjabi, Bengali, Sikh, and Tamil tribes have occupied the area for decades. Especially Indians in Indonesia conduct trade activities because there are unwritten rules in Indonesia, non-native Indonesians should not work / not be elected in government sector or private parts, so trade becomes the eyes of their search for living in Indonesia.

Most of them who live in Indiantown is doing culinary, prayer, and wedding equipment, textiles, or carvings made of iron. In this area, there are 2 Indian food vendors, and both are a favorite of tourists and Medan residents who want to enjoy native Indian cuisine.

As you know, Indian cuisine is very famous because it is spicy and curry seasoning is a menu commonly enjoyed daily by Indians. I myself have never eaten Indian food, so so I did not wonder how the taste of Indian cuisine, Cregit team and I decided to go to the restaurant.


It's great to finally be able to taste Indian cuisine full of tongue surprises because the taste of food is dominated by very strong spices. Too bad we couldn't finish the meal, because the portions were big enough for the size of our stomach. The next destination is the largest Hindu temple in Indonesia, which is right in front of the restaurant. Just a few seconds, we arrived in front of the temple inaugurated by the Governor of North Sumatra in 1991. The age of the temple is already 136 guys. It's amazing guys, isn't it?

From the explanation of the officers and Pandita of the temple, I just found out that Hindus who will worship in this temple are almost the same as Muslims. They must wash their hands, feet, and face with water in the right corner of the temple area from the entrance before they enter the inside of the temple. Then there is the prohibition for women who are menstruating so as not to enter the temple. Men or women are obliged to wear polite, neat clothes. Especially for women, clothes as much as possible are loose and long to the knee. This temple is very beautiful, the ornaments inside are so artistic and everything is done hand-made. Statues of Hindu goddess goddesses are all painted and decorated very interestingly.

Actually, there will a big celebration that they will do this January, but because of Covid 19, the activity was eliminated. Regular worship every Friday afternoon is also eliminated. People can still come to perform rituals of worship, but the number is limited.

As a bonus, at the end of the video, you'll see Cregit's team play basketball. From Monday to Friday tired of hunting photos and videos and video editing for Youtube content stock, playing basketball is the best refreshment to unwind and stress, because it was fun to be able to put the ball into the net. You may see the activities completely from this video




So that's all from us, see you in the next article. Keep healthy, keep clean and keep up the spirit!!

Minggu, 03 Januari 2021

Knowledge is Power

     

        Hello, how was your year-end vacation?

Have you made any resolutions for 2021? I've made my resolution, which is I wanted every week can post new articles on the blog Cregit Indonesia, provide a broader and better digital consulting service to the community, and many other things. For those of you who have not or are still confused to make a resolution in 2021, hopefully this article can give a little enlightenment.

I found an interesting thing that I got when I visited the bookstore yesterday afternoon. While walking among the bookshelves, I was reminded of one of the quotes that said "Knowledge is Power". You must have heard that quote, didn't you? My teacher in high school said that books are a source of knowledge. I agree with the quote. Nowadays we can gain knowledge from anywhere. It could be from a variety of sources. Book one of them. By reading a lot of books, we're learning. By learning we understan. By understanding we become knowing. This includes knowing what we are like, what we want in life and how we achieve our goals.

So, for final year's students, if you want to have a good future, you have to understand what you're like. You start preparing and shaping your future started from a lot of reading. For example, if you are a student majoring in medicine, you deepen medical science by reading a lot of health literature or journal from various methods that later enrich your insights when facing health problems experienced by your patients. So you can provide the best medical advice and treatment for your patients. That way you will succeed in becoming a doctor because your patients are cured because of your ability to analyze and diagnose diseases.

Like me today, want to have an advertising business in the next 2 years. I started by reading books related to advertising, such as the history of the largest advertising company in Indonesia, leading advertising figures, technical matters in advertising, and so on. After all, now there are many good books that can be downloaded for free. Well, what are you waiting for? Know yourself so that's how you know your power.

 

That's all from me, good luck finding strength in you. We'll meet again in the next article. Cheers, Lusia. 

 

 

       

Rabu, 23 Desember 2020

Year-End Holiday: What Do You Do?

There's a lot of ways people spend a fairly long year-end holiday. Usually the year-end holiday starts from December 25 to January 2 of the following year. About 8 days. For private employees or government employees, it can be a bit difficult to get a day off, because usually the holidays are only December 25 and January 1st. Besides, keep going to work as usual.

If in previous years, you might spend a short or long vacation with what activities anyway? Most say holidays, both out of town and out of the country. But there are also those who answer stay at home aja. In 2020, the pandemic due to Covid 19 made everyone have to dampen their desire to spend the year-end holiday by traveling. Moreover, governments in various countries carry out strict policies against migrants / tourists entering the country. Even some countries close the border for migrants / tourists to the country. Including Indonesia itself. Even in Indonesia itself, there are restrictions on visitors from 1 city to other cities.

The Covid19 pandemic makes all of us who get a long vacation certainly become boredom in itself. 8 days at home is certainly not an easy thing. Especially for people who are used to traveling out of town or abroad. Traveling around malls or shopping centers in the city can be done in a day. Playing in the entertainment center or took a few hours. What are you going to do after that? Well, Cregit love a nice solution for those of you who are confused to spend the end of the year holiday at home. Here are some practical solutions to accompany your end-of-year vacation at home:

  • Series/Movies Channel Subscriptions

Subscription to drama/movie channels such as Netlix or Disney+ whose promos are amazingly frugal for yourself or for the whole family. You can check the promo here and here. There are thousands of dramas/series/movies that you can watch, and some are specially launched for the year-end holidays. Various titles and genres of drama / series / movies with interesting storylines are ready to accompany the year-end holidays at affordable and hassle-free prices. Even more fun, many starring famous actresses / actors. It's really cool, isn't it? So you can make a choice, what drama/series/movie is right for you, you can see the synopsis of the spectacle here.

  • Home/Room Makeover

You can makeover your house/apartment with different nuances. You can makeover whole or part room. But make sure you have calculated the design and budget before you make over your house/apartment. For the design, you can imitate the design from here. There are various designs that you can try to apply for part / all of the room that can certainly be adjusted to your budget. In addition to making the appearance of houses/apartments more fresh can certainly add new spirit and ideas to live the year 2021 guys.

  • Virtual End Year Meeting

During this pandemic, everyone conducts online/virtual meetings. Maybe you're tired of the virtual meeting model just like that. You can create different virtual meetings this time, with different topics and designs every day. There are a variety of virtual meeting designs that can be replicated from here and here. This virtual meeting design is available for a wide variety of ages, from children to your grandparents!

  • Open Order Year-End Party Dishes

For those of you who have a hobby of cooking, of course this is a thing or challenge that you need to take, because usually at the end of the year, people hold celebrations. Although Covid-19 makes people have to celebrate the party at home, the business opportunities of year-end party dishes are still very wide open. You can start looking for people's favorite dishes that you usually enjoy to celebrate the end of the year party. Start putting together a menu of dishes suitable for year-end parties. There are many Youtube channels to learn how to cook them. After that you can offer it to your friends, relatives or neighbors if you receive an order for a year-end party meal. You can also promote it through social media. Guaranteed, you'll be busy all day until the end of the year!

That used to be what Cregit could love for you, hoping that by the end of the year you could be fun and bring joy to you and the people around you. See you again in the other articles guys!

Have a blessed end year and a happy New Year!

Selasa, 20 Oktober 2020

Travel Till You Drop : Around the World

        Siapa sih yang ga suka jalan-jalan atau wisata? Hampir semua orang menyukainya, baik anak-anak maupun orang dewasa. Termasuk saya sendiri. Ada yang hobinya wisata ke pantai, atau ke pegunungan. Ada yang suka wisata ke luar negeri, ada pula yang suka mengunjungi lokasi-lokasi ekstrem/tidak terkenal. Semua tergantung dari kebutuhan jiwa dari seseorang tersebut. Jika dirasa pantai sudah menjadi hal biasa, ada yang merasa perlu jalan-jalan ke tempat-tempat ekstrem demi memenuhi gelora dan memacu adrenalin yang katanya bisa menambah gairah hidup setelah selesai liburan.

        Indonesia sendiri terdiri dari ribuan pulau yang memiliki pemandangan alam yang luar biasa indah. Mungkin dari kalian sudah pernah mengunjungi  Bali atau Lombok. Yup, Bali dan Lombok adalah 2 destinasi terkenal dari Indonesia, saking terkenalnya, orang luar negeri sampai tidak sadar kalau Bali termasuk bagian negara Indonesia 🤣 . Sebenarnya, masih banyak sekali daerah wisata di Indonesia yang belum dikenal orang-orang, karena kurang di eksplor oleh pemerintah maupun wisatawan yang pernah mengunjunginya. Tempat-tempat itu butuh untuk diperkenalkan ke wisatawan lokal maupun mancanegara, karena selain indah, ada banyak hal-hal menarik di daerah tersebut yang layak untuk dijadikan tujuan wisata.

        8 tahun ke belakang, Malaysia, Singapura dan Thailand telah menjadi trend destinasi wisata murah dan keren bagi kalangan turis Indonesia. Kenapa saya katakan murah dan keren? Bukannya mau memuji negara tersebut, namun harus mengakui bahwa negara-negara tersebut menata baik kotanya untuk menyambut wisatawan yang berkunjung mulai dari harga tiket, penataan kota, transportasi, kuliner, dan banyak lagi. Bandingkan dengan Indonesia, yang harga tiketnya dari Medan ke Jakarta bisa berkali-kali lipat dari harga tiket Jakarta ke Malaysia/Singapura.

        Selain harga tiket yang cukup mahal bila berwisata di Indonesia, transportasi menuju ke tempat wisata, penataan tempat-tempat wisata, dan juga ketidaksiapan warga lokal juga menjadi pengaruh sulitnya berkembang tempat-tempat wisata di Indonesia. Inilah yang menjadikan warga Indonesia lebih suka menghabiskan liburan dengan mengunjungi negara tetangga Malaysia, Singapura sebagai destinasi pertama di luar negeri.

        Lucunya, orang Indonesia rame-rame jalan-jalan ke luar negeri, orang luar negeri rame-rame mengunjungi Bali. Kalau dilihat dari data statistik dari BPS dan Kemenparekraf, jumlah wisatawan luar ke Indonesia dengan jumlah wisatawan Indonesia ke luar negeri hampir seimbang sih jumlahnya. Apalagi dengan adanya low cost airlines seperti Airasia yang menawarkan tiket murah ke berbagai negara sepanjang tahun. Ini merupakan kabar gembira buat traveler yang bisa jalan-jalan 3-4 kali dalam setahun. Belum lagi maskapai penerbangan lain yang menawarkan promosi seperti tiket murah dengan menukarkan sejumlah poin tertentu. Ada pula aplikasi yang menawarkan pembelian tiket pesawat/hotel/tour dengan sistem pembayaran Paylater. Traveloka, Gojek sudah memulainya. Hal ini menambah minat warga Indonesia untuk jalan-jalan hemat dan mudah.

        Baik wisata di dalam negeri maupun keluar negeri memiliki plus minus sendiri, serta keunikannya masing-masing. Luar negeri karena kenyamanan dan fasilitas yang bagus membuat warga Indonesia senang mengunjunginya. Indonesia karena keragaman dan keunikan adat istiadatnya membuat orang luar negeri tertarik mengunjunginya. Peraturan keimigrasian di Indonesia juga tidak sulit bagi wisatawan luar negeri yang ingin berkunjung. Berbanding terbalik dengan peraturan di sejumlah negara yang begitu ketat dengan syarat-syarat yang harus dilengkapi oleh turis Indonesia bila ingin mengunjungi negara tersebut.

        Namun meski syarat-syarat tersebut sulit, orang Indonesia tetap bersemangat mengunjungi luar negeri, baik sendiri ataupun rombongan bersama grup tur atau keluarga. Biaya yang dikeluarkan bila berwisata ke luar negeri sepadan dengan apa yang didapatkan disana. Banyak sekali hal-hal menarik yang dijumpai turis Indonesia setelah mengunjungi negara-negara tersebut. Selain objek wisata yang luar biasa keren dan mengagumkan, juga kebiasaan, gaya hidup, keteraturan, dan pola pikir orang luar negeri yang sedikit banyaknya mempengaruhi gaya hidup, kebiasaan dan pola pikir turis Indonesia sepulang dari luar negeri.

        Nah, dengan banyaknya manfaat yang didapatkan dengan berwisata ke luar negeri tersebut, sampai ada orang Indonesia yang rela ga nikah, rela ga jajan, rela hemat demi bisa memenuhi nafsu jalan-jalan yang begitu besar. Karena emang jalan-jalan keluar negeri itu bikin nagih. Sekali pergi jadi pengen berkali-kali. Ada juga kebanggaan tersendiri bisa mengunjungi suatu negara yang orang-orang belum banyak mengunjunginya.

        Karena begitu menarik sekali topik jalan-jalan ini, membuat Cregit Indonesia tertarik mengangkat cerita ini menjadi topik Smart Talk Series di Channel YouTube Cregit Indonesia. Jean Pangalila, atau biasa disebut Jean, seorang traveler dan podcaster dari Bali, Indonesia rela meluangkan waktunya untuk berbagi cerita pengalamannya mengunjungi berbagai negara kepada sobat Cregit Indonesia. Jean sudah mengunjungi 17 negara! Luar biasa bukan? Kamu pasti bisa seperti Jean, yang mengunjungi berbagai negara, bahkan lebih dari dia! ☺

        Melalui talkshow singkat ini, ada banyak sekali cerita menarik hasil perjalanan dari Jean yang bisa menjadi inspirasi bagi sobat Cregit Indonesia. Tentang persiapan sebelum pergi wisata keluar negeri. Apa saja yang mesti dipersiapkan, biayanya, juga Do's dan Donts' yang perlu diperhatikan saat berada di luar negeri. Semuanya lengkap dibagikan oleh Jean di video ini.

        Ini dia video talkshow Cregit Indonesia dengan Jean Pangalila ☺.


Menarik sekali bukan? Nah, tunggu apalagi, jangan tunda keinginan dan mimpimu untuk bisa pergi jalan-jalan atau wisata keluar negeri. Gunakan kesempatan yang ada. Cari info sebanyak mungkin sebelum bepergian. Dan jangan lupa, menabung dulu seperti yang dilakukan Jean, agar kamu bisa pergi ke negara yang kamu suka.

        Sampai jumpa di artikel selanjutnya ya :)


        


Kamis, 08 Oktober 2020

Seberapa Penting Edit Foto Bagi Kamu?

Halo sahabat Cregit Indonesia. Artikel kali ini akan membahas tentang fotografi. Mungkin sudah banyak yang mengangkat topik artikel tentang fotografi. Nah, saya mencoba membuat artikel fotografi dengan tema yang berbeda. Sebelum saya merangkai artikel ini, sebelumnya saya sudah membuat survei singkat dan membagikannya kebanyak grup Whatsapp. Adapun tujuan dari dilakukannya survei ini adalah untuk mengetahui preferensi orang-orang tentang penggunaan aplikasi edit foto dan gambaran keberlangsungan aplikasi edit foto yang banyak tersedia di Playstore.

Dijaman teknologi canggih sekarang ini, banyak sekali brand smartphone yang berlomba lomba meraih perhatian konsumen melalui fitur kamera. Dengan harga $140, kamu sudah bisa memiliki smartphone yang memiliki fasilitas 4 fitur kamera berpixel 48 mp! Hal ini merupakan kabar gembira buat konsumen yang hobi foto menggunakan kamera smartphone. Tak lupa, brand smartphone tersebut melengkapi fitur edit foto. Sebenarnya, tanpa menggunakan aplikasi edit foto, foto yang dihasilkan oleh kamera smartphone tersebut sudah cukup. Saya yang menggunakan kamera smartphone Xiaomi Redmi Note 8 merasa bahwa kamera dan fitur editing foto pada smartphone ini cukup memadai untuk menghasilkan foto-foto yang keren.

Saat ini ada banyak sekali aplikasi edit foto baik di Playstore maupun App Store. membantu orang-orang untuk menghasilkan karya yang cukup bagus dan menarik. Bahkan foto yang tadinya kurang menarik, dengan sedikit sentuhan fitur aplikasi edit foto, hasilnya jadi menarik dan bisa membuat orang tidak percaya bahwa foto itu menggunakan bantuan aplikasi edit foto, bukan foto orisinil. Menarik sekali mengetahui pendapat orang-orang tentang aplikasi editing foto, oleh karena itu untuk menambah preferensi saya dalam tulisan ini, saya melakukan survey dengan membuat angket seputar preferensi orang-orang tentang editing foto.

Dari 25 orang yang sudah berkenan mengisi survei, ternyata hasilnya seperti yang sudah saya perkirakan. Dari link ini, kalian bisa melihat secara jelas data survey. Ada 68% pria yang menjawab survey, sisanya wanita. Usia pengisi survey mulai 18 tahun sampai 60 tahun. Sekitar 80% menggunakan smartphone untuk mengambil gambar, sisanya DSLR dan mirrorless camera. Sebanyak 92% menjawab saat ini memasang aplikasi edit foto di smartphone/gadget mereka!☺Yang mana ini tidak mengejutkan saya, karena adalah hal biasa untuk saat ini orang-orang memasang aplikasi di smartphone mereka karena mereka berpikir fitur kamera di smartphone ataupun gadget belum cukup untuk menghasilkan karya foto yang menarik. Hmm...

Semakin dalam menggali jawaban dari survey ini, semakin menarik melihat jawaban mereka. Sepertinya apakah mereka tidak percaya diri dengan kemampuan mereka mengambil gambar? Ataukah mereka sekedar memasang agar tidak dikatakan kurang update? Silahkan teman-teman menilai sendiri melalui link di atas.

PicsArt, Adobe Lightroom, Canva, Snapseed, dan Photo Grid adalah 5 teratas aplikasi edit foto yang dipergunakan oleh mereka.Tidak mengherankan, karena ke 5 aplikasi tersebut sangat mudah penggunaannya, dan memberi hasil akhir yang menarik. Saya sendiri memasang dan menggunakan aplikasi tersebut saat ini. Bagi saya ke 5 aplikasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Walaupun saya sendiri ingin ada aplikasi yang memiliki 5 keunggulan dalam 1 aplikasi. Mungkinkah ada? Saya rasa itu sulit untuk diciptakan. Karena pastinya masing-masing aplikasi tersebut akan berusaha untuk meningkatkan fitur-fiturnya dan atau meniru fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi sejenis.

Canva dan Snapseed menjadi aplikasi edit foto yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Sebanyak 11 orang tidak menjawab pada pertanyaan "nama aplikasi edit foto yang tidak memenuhi kebutuhan". Saya mengira mungkin mereka belum menggunakan semua fitur-fitur yang tersedia di aplikasi edit foto  tersebut ataupun mereka jarang sekali menggunakan aplikasi tersebut. Atau bisa jadi karena alasan lain. 95% setuju bahwa aplikasi edit foto yang mereka pasang dan pergunakan telah memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan ekspetasi mereka.

Untuk 2  pertanyaan terakhir, saya memberi pertanyaan "Apakah Anda bisa mengetahui jika sebuah foto telah melalui proses edit foto menggunakan aplikasi tertentu? 72% menjawab : Ya. Alasan yang dikemukan sangat masuk akal dan sepertinya berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Di pertanyaan terakhir, apakah di masa mendatang mereka akan tetap mempergunakan aplikasi yang saat ini mereka gunakan, 100% sepakat menjawab Ya.

Bagi saya sendiri, wajar saja menggunakan aplikasi edit foto untuk suatu kebutuhan tertentu. Tetapi yang perlu digarisbawahi disini adalah editing pada foto tidak membuat foto tersebut menjadi aneh, kehilangan orisinalitasnya dan tetap bisa dinikmati sebagaimana karya tanpa melalui proses edit. Yang mengejutkan adalah, bahwa ada beberapa fotografer kawakan yang menggunakan banyak editing sana sini pada hasil karyanya.

Saya mengambil kesempatan untuk berbincang secara live dengan Anik Setyawati, seorang Mobile Photographer dari Yogyakarta yang bersedia membagi pengalaman tentang fotografi menggunakan kamera smartphone dan aplikasi edit foto. Beliau memanfaatkan kamera smartphonenya untuk menghasilkan gambar-gambar yang cukup menarik dan mengagumkan, dengan/tanpa bantuan aplikasi edit foto. Anda bisa melihat hasil karya beliau lewat postingan Instagramnya disini.


Apapun jenis kamera, atau aplikasi edit foto yang Anda gunakan, kali ini saya sepakat dengan pernyataan Mba Anik yaitu ada 3 hal yang harus diperhatikan oleh fotografer baik pemula maupun berpengalaman. 3 hal tersebut adalah passion, timing, fokus untuk membantu Anda menghasilkan karya foto yang menakjubkan. Sering-seringlah mempraktekkan 3 hal tersebut dalam mengambil foto. Kalau masih kurang jelas, gunakan tutorial-tutorial yang banyak tersedia di YouTube yang membahas tentang 3 hal tersebut.

Ini dulu dari saya saat ini, semoga kamu bisa mengembangkan kemampuan fotografi kamu lebih baik lagi. Sampai bertemu di artikel berikutnya!